Senin, 24 Desember 2012

perkembangan peserta didik



Peserta didik merupakan komponen utama dalam pendidikan yang berpengaruh terhadap proses berjalannya suatu pendidikan. Dalam kehidupan ini peserta didik lebih terarah untuk mengembangkan potensi yang dimiliki sejak ia lahir. Hakikatnya ia terlahir di dunia ini dengan berbagai potensi yang tidak diketahuinya. Dengan demikian diperlukaanya suatu proses pengembangan pesertadidik untuk mengembangkan potensi yang terpendam.
Sebenarnya peserta didik memiliki banyak potensi tetapi dalam kenyataannya hanya beberapa diantaranya yang menojol, mungkin jika harus mengembangkan semua potesi yang dimiliki dirasa sangat sulit untuk seorang peserta didik bahkan pendidik pun akan merasa kesulitan dalam hal ini. Banyak yang beranggapan bahwa potensi yang dimiliki peserta didik maupun yang tidak dimiliki itu merupakan takdir yang sudah ditentukan. Padaal jika dilihat dari segi penalaran mngkin hal ini sangatlah salah coba saja kita pikirkan setiap orang mampu membaca, berbicara atau linguistic, logika, berhitung dan atletik ini merupakan suatu potensi atau bakat namun didalam kehidupannya hanya salah satu saja yang menonojol,bila ada yang mempunyai  dua atau lebih potensi yang menonjol hal ini termasuk kecerdasan ganda.
Tapi pada dasarnya manusia mempunyai berbagai potensi atau kecerdasan, hanya saja perlu pengembangan yang khusus agar potensi ini mampu berkembang unutk menopang kehidupan peserta didik kelak. Kurangnya perhatian dari orang tua, lingkungan  ataupun orang dekat dapat mempengaruhi berkembangnya potensi ini jadi haruslah ada proses yang membimbing atau mengarahkan peserta didik untuk mengembangkan atau memunculkan potensi maupun kecerdasan yang dimiliki.








1.      Kurangnya kesadaran terhadap potensi atau kecerdasan
2.      Masalah yang dihadapi akibat minimnya proses pengembangan peserta didik.
3.      Proses yang harus dilakukan untuk menumbuhkan minat dan bakat peserta didik

1.      Agar peserta didik lebih optimal dalam mengembangkan potensinya
2.      Menumbuhkan minat peserta didik
3.      Mempertajam potensi peseta didik




















Peserta didik muncul karena adanya pendidikan, menurut Undang Undang RI nomor 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional yang mengartikan peserta didik sebagai anggota masyarakat yang berusaha mengembangkan potensi diri melalui proses pembelajaran yang tersedia pada jalur, jenjang dan jenis pendidikan tertentu. Pada dasarnya pesrta didik merupakan manusia yang haus akan ilmu namun hal ini tidak disadari oleh peserta didik sehingga minat untuk melakukan proses belajar maupun proses pendidikan agak dikesampingkan.
Peserta didik dapat dikatakan sebagai pembangun Negara dan bangsa ini ataupun penerus cita-cita para leluhur. Pada hakikatnya peserta didik juga membutuhkan seorang pembimbing maupun pendidik yang sering disebut guru yang bertugas untuk mngawasi atau mengarahkan peserta didik kepada potensinya.
Tidak hanya hakikat peserta didik disini akan dijelaskan juga mengenai hakikat pertumbuhan peserta didik pertumbuhan adalah perubahan secara fisiologis sebagai hasil dari proses pematangan fungsi-fungsi fisik yang berlangsung secara normal pada anak yang sehat dalam waktu yang normal jadi dalam pertumbuhan ini ada perubahan fisik seperti bertambahnya ukuran tubuh. Pengertian pertumbuhan menurut paraahli yang telah dirangkum oleh Drs. H. M. Arifin, M. Ed, bahawa petumbuhan diartikan sebagai suatu penambahan dalam ukuran bentuk , berat atau ukuran dimensif tubuh serta bagian bagiannya

Pada masa sekarang ini masalah yang dihadapi oleh peserta didik antara lain kurangnya perhatian,kesadaran, biaya pendidikan, infrastruktur ataupun materi yang tidak merata disetiap daerah sehingga kemampuan peserta didik tiap daerah berbeda. Pengembangan peserta didik yang kurang mumpuni juga menjadi faktor kegagalan dalam pendidikan dimana peserta didik tidak mampu mengembangkan potensinya sehingga menjadi masalah dalam kehidupannya, karena potensi yang dimiliki nantinya akan menjadi tumpuan dimayarakat tidak dapat diterepakan. Kemudian faktor ekonomi yang mengharuskan peserta didik putus sekolah atau memilih bekerja dari pada sekolah mirisnya lagi hal ini dialami oleh anak anak kecil yang sering kita jumpai entah sebagai pengemis, pengamen maupun buruh, mereka melakukan ini karena tuntutan ekonomi yang menharuskan mencari uang demi kebutuhan pokok mereka.
Perhatian yang kurang dari pemerintah, masyarakat, lingkungan maupun keluarga kendala berikutnya yang harus diselesaikan karena tanpa campur tangan dari mereka pendidikan tidak akan berjalan lancar,diharapkan mereka bisa kompak dalam masalah pendidikan ini karena ini semua juga demi kepentingan bersama contohnya saja masalah sengketa lahan kerap sekali peserta didik menjadi korban sengketa lahan yang didasari tanpa ijin sehingga disegel dan mengharuskan peserta didik untuk menghentikan kegiatan belajar.

Yang mempengaruhi perkembangan antara lain yaitu faktor genetik atau keturunan sebagai perbedaan idividu.aspek yang mempengaruhi factor genetic menurut santok (1992) banyak aspek yang mempengaruhi faktor genetik kecerdasan dan tempramen merupakan aspek aspek yang paling banyak ditelaah yang dalam perkembangannya dipengaruhi oleh keturunan.

a.       Kecerdasan
Arthur Jensen (1996) mengemukakan pendapatnya bahwa kecerdasan itu diwariskan atau diturunkan. Ia juga mengemukakan bahwa lingkingan dan budaya hanya mempunyai peranan minimal dalam kecerdasan.

b.      Tempramen
Tempramen adalah gaya perilaku karakteristik individu dalam merespons. Ahli-ahli perkembangan sangat tertarik mengenai tempramen bayi. Sebagian bayi sangat aktif menggerak gerakkan tngan, kaki, dan mulutnya dengan gesitnya dan sebagian kagi lebih bereaksi tenang, sebagian anak menjelajahi lingkungannya dengan giat pada waktu yang lama dan sebagian lagi tidak demikian.

c.       Interaksi Keturunan Dan Lingkungan Dalam Pekembangan
Keturunan dan lingkungan berjalan bersama atau bekerja sama dalam menghasilkan individu yang cerdas,mempunyai tempramen tinggi dan berat badan, minat yang khas.
Untuk menentukan proses kita harus mengetahui apa motivasi itu sendiri secara umum motivasi ialah suatu rasa atau kegiatan yang mendukung seseorang untuk melakukansesutau sesuai dengan apa yang ia ingin kan, secara alami seseorang itu tergerak sendiri karena kesadarannya akan hal yang ingin ia capai.  Jadi dalam suatu pendidikan yang namanya motivasi ini sangat penting untuk meningkatakan minat peserta didik dalam mengikuti kegiatan belajar sehingga mereka merasa nyaman dalam belajar. Biasanya kenyamanan dalam belajar ini terjadi karena adanya kesadaran dari peserta didik bukan karena paksaan dari orang tua maupun guru melainkan dorongan dari diri sendiri atau motivasi tadi.
Menurut Pupuh Fathurrohman dan M. Sorby Sutikno (2010) bahwa motivasi dapat dibagi dua, Pertama motivasi intrinsik, yaitu motivasi yang timbul dari dalam diri peserta didik tanpa ada paksaan dari dorongan orang lain. Kedua motivasi ekstrinsik, yaitu motivasi yang timbul sebagai akibat pengaruh dari luar peserta didik. Hal ini bisa timbul karena ajakan, suruhan, atau paksaan dari orang lain (pendidik) sehingga dengan keadaan tersebut peserta didik mau melakukan sesuatu atau belajar. Jika dika ji ulang munglin motivasi intrinsic ini lebih bagus diterapkan karena sifatnya yang  timbul dar diri sendiri tanpa ada paksaan dari luar dirinya.
Adapun fungsi dari motivasi menurut oemar hamalik (2002) sebagai berikut:

1.      Mendorong manusia untuk berbuat (sebagai penggerak) yang merupakan langkah penggerak dari setiap kegiatan.
2.       Menentukan arah perbuatan, yakni kearah tujuan yang hendak dicapai sehingga dapat memberikan arah dan kegiatan yang harus dikerjakan sesuai dengan rumusan tujuannya.
3.      Menyeleksi perbuatan, yakni menetukan perbuatan-perbuatan yang harus dikerjakan yang serasi guna mencapai tujuan, dengan menyisihkan perbuatan-perbuatan yang tidak bermanfaat bagi tujuan tersebut.

Proses yang baik maka hasilnya akan baik juga dimana setiap kegiatan yang didasarkan pada suatu proses yang telah matang dan telah teruji hasinya akan memuaskan, demikian pula dengan pendidikam jika dalam pelaksanaan pendidika antara peserta didik dengan guru bisa bekerja sama dengan baik maka kelak hasil yang didapat pun tidak akan sia sia. Adapun proses atau setrtegi yang akan diterapkan menurut Pupuh Fathurohman dan M. Sobry Suntikno (2010) menyatakan ada beberapa strategi untuk menumbuhkan motivasi belajar peserta didik, yaitu:

1.    Menjelaskan tujuan belajar ke peserta didik
Pada permulaan belajar mengajar, terlebih dahulu seorang guru menjelaskan tentang tujuan yang akan dicapai dalam pembelajaran kepada siswa. Makin jelas tujuan yang akan dicapai peserta didik maka makin besar juga motivasi dalam melaksanakan kegiatan belajar.

2.    Memberikan hadiah (reward)
Memberikan hadiah kepada peserta didik yang berprestasi. Hal ini akan memacu semangat peserta didik untuk bisa belajar lebih giat lagi. Di samping itu, peserta didik yang belum berprestasi akan termotivasi untuk bisa mengejar peserta didik yang berprestasi.

3.     Memunculkan saingan atau kompetensi
Guru berusaha mengadakan persaingan di antara peserta didik untuk meningkatkan prestasi belajarnya, dan berusaha memperbaiki hasil prestasi yang telah dicapai sebelumnya.

4.     Memberikan pujian
Memberikan pujian atau penghargaan kepada peserta didik yang berprestasi sudah sepantasnya dilakukan oleh guru yang bersifat membangun.

5.     Memberikan hukuman
Hukuman diberikan kepada siswa yang berbuat kesalahan saat proses belajar mengajar. Hukuman ini diberikan dengan harapan agar peserta didik tersebut mau mengubah diri dan beruaha memacu motivasi belajarnya.

6.    Dorongan kepada peserta didik untuk belajar
Kegiatan yang dilakukan guru adalah memberikan perhatian maksimal kepada peserta didik selama proses pembelajaran berlangsung.


7.     Membentuk kebiasaan belajar yang baik
Guru menanamkan pembiasaan belajar yang baik dengan disiplin yang terarah sehingga peserta didik dapat belajar dengan suasana yang kondusif
.
8.    Membantu kesulitan belajar peserta didik, baik secara individual maupun komunal (kelompok)

9.     Menggunakan metode yang bervariasi
Dalam pembelajaran, metode konvensional harus sudah ditinggalkan guru karena peserta didik memiliki karakteristik yang berbeda sehingga dibutuhkan metode yang tepat/bervariasi dalam memberdayakan kompetensi peserta didik.

10.  Menggunakan media yang baika serta harus sesuai dengan tujuan pembelajaran.
Penggunaan media yang tepat sangat membantu dan memotivasi peserta didik dalam memaknai pembelajaran sesuai tujuan pembelajaran yang hendak dicapai. Adanya media yang tepat akan mampu memediasi eserta didik yang memiliki kemampuan indera yang tidak sama, baik pendengaran maupun penglihatannya, demikianjuga kemampuan berbicaranya. Dengan variasi penggunaan media, kelemahan indera yang dimiliki peserta didik dan dapat memberika stimulus terhadap indera peserta didik



















Dari pembahasan diatas dapat disimpulkan bahwa dalam dunia pendidikan khususnya pada pengembangan peserta didik sangat perlu perhatian khusus baik dari pemerintah, guru, orang tua maupun lingkungan. Karena disini yang menjadi tokoh utama adalah peserta didik maka peserta didik harus mendapatkan perhatian lebih terutama pada meteri yang harus sesuai dengan kemampuan peserta didik dan mediasi yang mendukung untuk kreatifitas peserta didik.
 Adapun guru bertugas sebagai pengarah dan pengawas. Biarkan peserta didik melakukan kegiatan belajar sesuai dengan keinginannya atau berdasarkan dorongan atau minat yang timbul dari dalam dirinya bukan karena paksaan dari siapapun, karena biasanya apappun yang dipaksaakan hasil akhirnya sangat mengecewakan.
Untuk kesejahteraan masyarakat pun akan terjamin apabila suatu pendidikan bisa dijamah oleh golongan yang tidak mampu demi mengurangi angka kemiskinan, pengemis, pengamen karena dengan bekal pendidikan yang sepadan kelak kesejahteraan masyarakat akan lebih termin.
















Agusrida. 2009. Setrategi menumbuhkan motivasi belajar peserta didik. Dalam http://bdkpadang.kemenag.go.id
Helen. 2009/2010. Hakikat pertumbuhan dan perkembangan peserta didik. Dalam http:// ebookbrowse.com/hakikat pertumbuhan dan perkembangan peserta didik.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar